Wakil Sekjen Partai Golkar, Happy Bone Zulkarnaen mengatakan saat ini merupakan waktu yang tepat bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyikapi posisi PKS di koalisi. Penolakan PKS terhadap rencana kenaikan harga bahan bakar minyak harus dievaluasi.
"Ini momentum tepat bagi SBY menunjukkan leadership-nya," ujar Happy Bone di Jakarta, Sabtu 7 April 2012.
Menurut dia, jika PKS harus dikeluarkan, maka tak akan ada masalah bagi kekuatan koalisi. Sebab, suara koalisi di parlemen akan tetap unggul tanpa PKS. "Kalau PKS masih berada di dalam koalisi, itu jumlah suara di parlemen masih tingi sekitar 423 suara," kata Happy.
"Kalau PKS keluar, masih tetap tinggi, 360 lawan 194. Itu kalau PKS menyeberang ke posisi oposisi."
Sementara itu, anggota Divisi Komunikasi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan mengatakan partainya telah meminta SBY melakukan evaluasi kepada PKS itu. "Kami minta kepada Presiden sebagai ketua koalisi untuk mengevaluasi koalisi, supaya perjalannya lebih efektif kedepan," ujar Hinca.
"Kami sampaikan permohonan kepada Pak SBY pada 1 April yang lalu, saat bertemu diDPP, agar evaluasi tetap dilakukan terkait hasil keputusan BBM."
Demokrat, kata dia, meminta semua partai peserta koalisi untuk menghormati komitmen yang dibangun bersama di awal koalisi. Komitmen itu, harus dijaga hingga akhir masa jabatan pemerintahan pada 2014.
"Komitmen yang sudah ada, diharapkan dijunjung tinggi peserta," katanya. "Bukan soal nyaman atau tidak nyaman." (sj)
(Sumber: VIVAnews)